Pemutaka Terbaik pada Layanan Umum Perpustakaan

oleh Desy Selviana, S. Sos.

Panitia Pelaksanaan Kegiatan Penilaian Pemustaka Terbaik pada Hari Senin tanggal 13 Agustus 2012 di Layanan Informasi Perpustakaan, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala’Salapang Makassar (Berita Acara), telah ditetapkan hasil Penilaian Pemustaka Terbaik Tahun 2012, an. Afhariman Fatta Nomor Anggota 04201000063 Alamat Jl. Emmi Saelan Komp. P dan K Blok E1/10 Makassar Pekerjaan Mahasiswa, Unhas  Fakultas Ilmu Kelautan.

Hasil Penilaian Pemustakan terbaik Tahun 2012 dengan pertimbangan sebagai berikut :

  • Anggota Perpustakaan pada Badan Perpustakaan dan Arisp Daerah Provinsi Sulawesi Selatan;
  • Berkelanjutan sebagai Anggota Perpustakaan sejak dari SD sampai sekarang;
  • Kontiyu mengunjungi perpustakaan dan meminjam koleksi bahan pustaka;
  • Mematuhi peraturan pemustaka.

 

Kegiatan Pengelolaan Layanan (Bimbingan Anggota Baru) pada Layanan Umum Perpustakaan

oleh Desy Selviana, S. Sos.

Kegiatan Pengelolaan Layanan (Bimbingan Anggota Baru)  Tahun 2012 telah dilaksanakan setiap ada anggota baru dengan memberikan bimbingan kepada anggota baru sebanyak 818 orang mengenai ;

  • Syarat dan ketentuan menjadi anggota (umum, pelajar, mahasiswa, pegawai/pns)
  • Syarat dan ketentuan meminjam buku jika terlambat diberikan sanksi
  • Syarat dan ketentuan jika menghilangkan dan merusak bahan pustaka wajib mengganti dengan subyek yang sama;
  • Jumlah koleksi buku yang dapat dipinjamkan;
  • Penelusuran koleksi pustaka melalui laci katalog dan Program Quadra Automated Library Information System (OPAC), dan hal-hal lainnya.

Arsip dan Perpustakaan

oleh Desy Selviana

Fungsi Penyelenggara Kearsipan  dan Perpustakaan
Penyelenggara Kearsipan berfungsi (Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Kearsipan Daerah):
1. Sebagai sumber informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah;
2. Sebagai sumber informasi, barang bukti, bahan penelitiandan/atau obyek penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan social budaya.
Perpustakaan (Keppres Nomor 11 Tahun 1989 tentang Perpustakaan Nasional RI):
Salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi, ilmu pengetahuan, tehnologi dan kebudayaan dalam rangka mencedaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Pengertian Arsiparis dan Pustakawan
Arsiparis adalah Jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang.
Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan fasilitas layanan perpustakaan.

Persamaan Ilmu Kearsipan dan Ilmu Perpustakaan
1. Definisi ilmu kearsipan dan ilmu perpustakaan sebagai suatu ilmu yang mempelajari masalah-masalah informasi, serta manajemen keteraturan informasi itu sendiri, serta mempelajari upaya-upaya penegakan pedoman-pedoman dan peraturannya, serta mempelajari teknik-teknik penelusuran/penemuan kembali informasi.
2. Ilmu kearsipan dan ilmu perpustakaan dan informasi adalah ilmu terapan, metodologi dengan pendekatan multibidang (pengetahuan administrasi, khususnya organisasi dan manajemen, psikologi dan psikologis, dan filsafat khususnya mengenai epistemology)  selain dari pendekatan liniernya.
3. Arsiparis (fungsional arsip) dan Pustakawan (fungsional perpustakaan) melakukan fungsinya sebagai penyedia informasi, yang bertanggung jawab khusus untuk menjaga keteraturan informasi dan pemenuhan kebutuhan informasi pada instansi pemerintah.
4. Ilmu kearsipan dan Ilmu Perpustakaan memenuhi syarat-syarat sebagai Ilmu Pengetahuan, syarat-syarat tersebut adalah:
- Komuniti ilmiah, yaitu sekumpulan ahli dalam bidang tersebut dan saling berkomunikasi. Komuniti ilmiah berupa asosiasi atau perkumpulan profesi.
- Paradigma, yang menjadi acuan dan membedakannya dengan paradigma bidang kajian lain.
- Jurnal ilmiah, tempat dimana alumni dan ahli dapat saling mengkomunikasikan hasil-hasil kajian ilmiahnya.

Pengembangan dan Pemasyarakatan Perpustakaan

N O T U L E N

Judul Materi          :  Pengembangan dan Pemasyarakatan Perpustakaan

Pemateri               :  Drs. H. Syaharuddin Umar, M.M.

Moderator             :  Nilma, S. Sos., M.M.

Notulis                   :  Desy Selviana, S. Sos.

Nama Kegiatan    :  Bimbingan Teknik Perpustakaan Keliling

Penyelenggara     :  UPTB Badan Perpustakaan dan Arsip Prov. Sul-Sel

Peserta                 :  Perpustakaan Umum Kab/Kota (perpustakaan keliling)

                                  sebanyak 60 orang

Tanggal/Tempat   :  27 April 2012 Hotel Celebes Makassar

Materi Pengembangan dan Pemasyarakatan Perpustakaan yang di sampaikan oleh Bapak Drs. H. Syaharuddin Umar, M.M. mengenai :

  • Aspek pemberdayaan layanan perpustakaan (peduli konsumen, kepuasan pelanggang dan layanan yang bagus)
  • Strategi Layanan Perpustakaan;
  • Pengembangan dan pemasyarakatan perpustakaan dapat dilakukan melalui inovasi layanan, inovasi kegiatan, inovasi pemberdayaan masyarakat, dan inovasi kemitraan;
  • Strategi Pengembangan dan Pemasyarakatan perpustakaan melalui penguatan fungsi kelembagaan, pengembangan kompotensi SDM, Perluasan jangkauan layanan, Networking, Diservikasi kegiatan  dan  Diservikasi Produk.

Tanggapan Peserta terhadap materi pengembangan dan pemasyarakatan perpustakaan adalah:

  • Perpustakaan keliling diharapkan dapat menambah mitra kerja seperti pada lembaga pemasyarakatan, jangan hanya menumpuhkan kegiatan pada perpustakaan sekolah;
  • Perpustakaan keliling di kab/kota untuk melaksanakan inovasi kegiatan dan produk layanan terhambat oleh anggaran yang terbatas;
  • Perpustakaan keliling selain memberikan layanan koleksi buku diharapkan juga memberikan layanan internet dan multimedia;

Tanggapan dari Pemateri mengenai hal tersebut di atas :

  • Perpustakaan keliling menambah kerjasama dengan pihak lain melalui MOU untuk melaksanakan inovasi kegiatan dan produk layanan;
  • Perpustakaan keliling di kab/kota dalam perkembangan dan pemasyarakatannya terhambat oleh anggaran maka perlu dukungan kebijakan eksternal dan internal serta peningkatan SDM layanan;
  • Perpustakaan keliling dalam memberikan layanan terhambat oleh SDM dan fasilitas yang terbatas.

Kesimpulan dan Saran

  • Pengembangan dan pemasyarakatan perpustakaan dilaksanakan secara simultan;
  • Meningkatkan ketertarikan masyarakat/promosi akan perpustakaan melalui perpustakaan keliling;
  • Perpustakaan keliling harus mampu memprediksi jenis bahan bacaan serta informasi yang dibutuhkan masyarakat;
  • Perpustakaan keliling diharapkan mampu mengadakan koleksi buku sesuai kebutuhan masyarakat serta tidak mengurangi jumlah koleksi buku di layanan umum;
  • Perpustakaan keliling diharapkan dalam pelaksanaan lebih bervariasi (kegiatan story telling) serta melibatkan masyarakat (remaja masjid, karang taruna, dll);

Profil Perpustakaan Berjalan di Negara Maju

 

N O T U L E N

Judul Materi           : Profil Perpustakaan Berjalan di Negara Maju

Pemateri                : Dr. Muh. Najib, M. Ed, M. Lib

Moderator              : Nilma, S. Sos., M.M.

Notulis                    : Desy Selviana, S. Sos.

Nama Kegiatan    : Bimbingan Teknik Perpustakaan Keliling

Penyelenggara     : UPTB Badan Perpustakaan dan Arsip Prov. Sul-Sel

Peserta                 : Perpustakaan Umum Kab/Kota (perpustakaan keliling)

                                 sebanyak 60 orang

Tanggal/Tempat    : 26 April 2012 Hotel Celebes Makassar

Meteri Profil Perpustakaan Berjalan di Negara Maju yang di sampaikan oleh Bapak Dr. Muh. Najib, M. Ed, M. Lib. mengenai :

  • Latar Belakang Perpustakaan Keliling;
  • Defenisi perpustakaan berjalan (bookmobile or mobile library);
  • Mobile service (OPAC, online access, online entertaimen dan online transaction);

Hybrid mobile (mobile library and mobile service);

  • Sejarah dan profil gambar perpustakaan keliling Tahun 1905 s/d Tahun 1945;
  • Sejarah dan profil gambar Pengertian perpustakaan keliling Tahun 60-an dan sesudahnya;
  • Perpustakaan berjalan dinegara lain (mobile library tanpa mobi) seperti perpustakaan onta di Kenya, perpustakaan kedelai di Zimbabwe bukan hanya koleksi buku tapi juga akses internet dan multimedia, perpustakaan perahu (ship epos) di Norwegia Barat, dan Perpustakaan Gajah di Thailang untuk mengangkut buku dan peralatan serta layanan TI;
  • Jenis layanan perpustakaan berjalan seperti perpustakaan berjalan untuk junior, pusat pembinaan anak, dan layanan untuk dewasa;
  • Syarat, fasilitas dan pengguna layanan yang diberikan kepada penduduk;
  • Prosedur layanan perpustakaan keliling (permintaan bahan, pengembalian dan pembayaran).

Kesimpulan dan Saran

  • Layanan perpustakaan keliling bertujuan menyediakan bahan pustaka kepada masyarakat yang tidak dapat menjangkau perpustakaan karena sebab dan alasan tertentu;
  • Pemerataan akses informasi kepada masyarakat;
  • Kewajiban pemerintah untuk melayanan masyarakat atau tuntutan HAM;
  • Sosialisasi layanan perpustakaan keliling kepada petani dan nelayan akan kecintaan membaca dengan ditunjang oleh service materi;
  • Perpustakaan keliling dinegara maju telah dilaksanakan sejak Tahun 1904;
  • Perpustakaan keliling di negara maju menggunakan fasilitas layanan (mobile service dan hybrid mobile) sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara fisik dan non fisik;
  • Minat baca di negara maju lebih besar dibanding negara berkembang.

Catatan : Sesi Tanya jawab tidak ada karena waktu yang terbatas.