Profil Perpustakaan Berjalan di Negara Maju

 

N O T U L E N

Judul Materi           : Profil Perpustakaan Berjalan di Negara Maju

Pemateri                : Dr. Muh. Najib, M. Ed, M. Lib

Moderator              : Nilma, S. Sos., M.M.

Notulis                    : Desy Selviana, S. Sos.

Nama Kegiatan    : Bimbingan Teknik Perpustakaan Keliling

Penyelenggara     : UPTB Badan Perpustakaan dan Arsip Prov. Sul-Sel

Peserta                 : Perpustakaan Umum Kab/Kota (perpustakaan keliling)

                                 sebanyak 60 orang

Tanggal/Tempat    : 26 April 2012 Hotel Celebes Makassar

Meteri Profil Perpustakaan Berjalan di Negara Maju yang di sampaikan oleh Bapak Dr. Muh. Najib, M. Ed, M. Lib. mengenai :

  • Latar Belakang Perpustakaan Keliling;
  • Defenisi perpustakaan berjalan (bookmobile or mobile library);
  • Mobile service (OPAC, online access, online entertaimen dan online transaction);

Hybrid mobile (mobile library and mobile service);

  • Sejarah dan profil gambar perpustakaan keliling Tahun 1905 s/d Tahun 1945;
  • Sejarah dan profil gambar Pengertian perpustakaan keliling Tahun 60-an dan sesudahnya;
  • Perpustakaan berjalan dinegara lain (mobile library tanpa mobi) seperti perpustakaan onta di Kenya, perpustakaan kedelai di Zimbabwe bukan hanya koleksi buku tapi juga akses internet dan multimedia, perpustakaan perahu (ship epos) di Norwegia Barat, dan Perpustakaan Gajah di Thailang untuk mengangkut buku dan peralatan serta layanan TI;
  • Jenis layanan perpustakaan berjalan seperti perpustakaan berjalan untuk junior, pusat pembinaan anak, dan layanan untuk dewasa;
  • Syarat, fasilitas dan pengguna layanan yang diberikan kepada penduduk;
  • Prosedur layanan perpustakaan keliling (permintaan bahan, pengembalian dan pembayaran).

Kesimpulan dan Saran

  • Layanan perpustakaan keliling bertujuan menyediakan bahan pustaka kepada masyarakat yang tidak dapat menjangkau perpustakaan karena sebab dan alasan tertentu;
  • Pemerataan akses informasi kepada masyarakat;
  • Kewajiban pemerintah untuk melayanan masyarakat atau tuntutan HAM;
  • Sosialisasi layanan perpustakaan keliling kepada petani dan nelayan akan kecintaan membaca dengan ditunjang oleh service materi;
  • Perpustakaan keliling dinegara maju telah dilaksanakan sejak Tahun 1904;
  • Perpustakaan keliling di negara maju menggunakan fasilitas layanan (mobile service dan hybrid mobile) sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara fisik dan non fisik;
  • Minat baca di negara maju lebih besar dibanding negara berkembang.

Catatan : Sesi Tanya jawab tidak ada karena waktu yang terbatas.

 

Open Source Sofware

 

N O T U L E N

Judul Materi           :  Open Source Sofware

Pemateri                :  Drs. Heri Rusmana

Moderator              :  Nilma, S. Sos., M.M.

Notulis                    :  Desy Selviana, S. Sos.

Nama Kegiatan    :  Bimbingan Teknik Perpustakaan Keliling

Penyelenggara     :  UPTB Badan Perpustakaan dan Arsip Prov. Sul-Sel

Peserta                  :  Perpustakaan Umum Kab/Kota (perpustakaan keliling)

                                  sebanyak 60 orang

Tanggal/Tempat    :  27 April 2012 Hotel Celebes Makassar

Materi Open Source Sofware yang di sampaikan oleh Bapak Drs. Heri Rusmana mengenai :

  • Internet telah banyak mengubah system penyimpanan data, layanan informasi dan komunikasi data melalui konsep cloud computing yakni kemudahan para pengguna, dalam hal platform, infrastruktur, software, dll;
  • Automasi layanan perpustakaan melalui

Integrate Library System (ILS)

Open Source

Operating Sistem

Software Open Source

Integrate Library System (ILS) Software

  • Luar Negeri :

Emilda, home base Finlandia (http://emilda.org);

Evergreen, home base Indiana, USA (http://evergreen-ils.org);

PhpMyLibrary, home base, Filipina (http://www.phpmylibrary.org);

Koha/LiblimeKoha, home base, Australia;

PhpMyBibli (PMB), heme base, France

OpenBiblio.

  • Dalam Negeri

OtomigenX, home base, ITB;

Senayan, home base, DIKNAS.

Tanggapan Peserta terhadap materi Open Source Sofware adalah:

  • Peserta belum mengetahui cara mendownload software;
  • Peserta belum banyak mengenai software yang dapat di download secara gratis;
  • Peserta belum dapat membedakan layanan yang dapat digunakan secara gratis dan yang tidak gratis (bayar).

Tanggapan dari Pemateri mengenai hal tersebut di atas :

  • Open Sorce Software untuk pelakanaan perpustakaan keliling diperlukan pendidikan dan pelatihan (praktek kerja);
  • Cara mendownload software secara gratis, peserta dapat belajar ke BPAD atau ke warnet-warnet.

Kesimpulan dan Saran

  • Layanan perpustakaan kab/kota sebahagian telah melaksanakan automasi layanan perpustakaan;
  • Layanan perpustakaan keliling mampu menyediakan aplikasi berbasis tehnologi informasi yang telah disediakan oleh Internet melalui Open Source Sofware yakni ketersediaan software yang memungkinkan pengguna untuk mempelajari, mengubah, memperbaiki dan terkadang juga untuk mendistribusikan perangkat lunak.

Strategi Pemasyarakatan Perpustakaan Keliling

N O T U L E N

Judul Materi            : Strategi Pemasyarakatan Perpustakaan Keliling

Pemateri                 : Prof. Dr. Noer jihad Saleh, MA

                                   (Guru Besar Ilmu Leguistik UNHAS)

Moderator               : Nilma, S. Sos., M.M.

Notulis                     : Desy Selviana, S. Sos.

Nama Kegiatan      : Bimbingan Teknik Perpustakaan Keliling

Penyelenggara       : UPTB Badan Perpustakaan dan Arsip Prov. Sul-Sel

Peserta                    : Perpustakaan Umum Kab/Kota (perpustakaan keliling)

                                   sebanyak 60 orang

Tanggal/Tempat      : 26 April 2012 Hotel Celebes Makassar

  

Materi Strategi Pemasyarakatan Perpustakaan Keliling yang di sampaikan oleh Bapak Prof. Dr. Noer Jihat Saleh, M.A. mengenai :

  • Sejarah Perkembangan Perpustakaan keliling mulai dari menggunakan donkey (keledai) hanya koleksi buku sampai dengan mengunakan bookmobile (bus besar) dengan berbagai layanan seperti film, internet, music, dll;
  • Pengertian Perpustakaan Menurut UU;
  • Perkembangan IT (Perpustakaan Modern dan Perpustakaan Digital);
  • Peranan Perpustakaan Keliling dan Tujuan Perpustakaan Keliling;
  • Pengertian Mobile Library (Perpustakaan Keliling);
  • Strategi, tujuan, metode, sarana, serta unsur-unsur promosi perpustakaan keliling;
  • Pustakawan Profesional.

Tanggapan Peserta terhadap Materi Strategi Pemasyarakatan Perpustakaan Keliling adalah:

  • Pelayanan Mobil Keliling tidak hanya koleksi buku tapi dilengkapi dengan layanan lainnya seperti computer yang berisikan daftar koleksi buku perpustakaan secara keseluruan sehingga pengguna dapat memesan buku yang diinginkan nantinya;
  • Masyarakat di Kab/Kota yang lebih banyak bekerja sebagai petani dan nelayan tidak/belum mempunyai waktu luang untuk membaca buku;
  • Belum maksimalnya Pelayanan Perpustakaan Keliling disekolah karena dibatasi oleh pihak sekolah;
  • Tumpah tindah antara layanan perpustakaan keliling dengan perpustakaan sekolah, dimana sebaiknya perpustakaan keliling dapat menjangkau masyarakat umum;
  • Perpustakaan keliling di kab/kota berusaha memaksimalkan layanan perpustakaan keliling dengan ikut serta dalam kegiatan masyarakat (kelompok tani) seperti yang telah dilakukan oleh perpustakaan keliling dari Kab. Luwu Timur; 

Tanggapan dari pemateri mengenai hal tersebut di atas :

  • Mengenai perlunya layanan lain selain koleksi buku pada perpustakaan keliling merupakan salah satu bentuk kebijakan pimpinan instansi;
  • Kurangnya minat baca masyarakat kab/kota atau koleksi buku yang disajikan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka;
  • Pihak sekolah dan perpustakaan keliling membuat MOU berisikan hak dan kewajiban masing-masing pihak sehingga layanan menjadi maksimal;
  • Perpustakaan keliling menggunakan menitipkan/dropping buku ke perpustakaan sekolah juga di taman baca (masjid, posyandu, dll);
  • Perpustakaan Keliling melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah misalnya ikut berperan serta dalam kegiatan pendidikan dan kesehatan gratis.

Kesimpulan dan Saran

  • Menanamkan dimasyarakat akan pentingnys informasi dan Ilmu Pengetahuan;
  • Memaksimalkan layanan perpustakaan keliling.

Stock of name pada Layanan Perpustakaan Umum Tahun 2011

Pelaksanaan kegiatan stock of name yakni kegiatan pemeliharaan koleksi perpustakaan secara menyeluruh apakah koleksi itu masih sesuai dengan catatan yang dimiliki. Selain berfungsi untuk mencocokkan kembali koleksi yang ada dirak dengan jumlah data inventaris, juga dapat sebagai sarana untuk melakukan pemeliharaan, karena disamping memeriksa koleksi, buku-buku yang ada kemudian dibersihkan tidak terkecuali dengan tempat pemajangan buku/rak.

Proses Pelaksanaan stock of name adalah :

  • Menyesuaikan buku yang ada di layanan umum dengan data bibiografi (OPAC) sebanyak 11.1682 exp;
  • Perbaikan label buku dengan memberi warna sehingga memudahkan pemustaka sebanyak 11.1682 exp (kelas 000 s/d 200);
  • Pengaturan/lay out tata ruang baca memperoleh pencahayaan yang cukup tanggal 11 s/d 12 November 2011 mulai dari kelas 000 s/d 900 serta koleksi SMP dan SMA;
  • Menyerahkan buku yang rusak ke bagian pelestarian sebanyak 313 judul buku dan 396 exp.

 

Kegiatan Layanan Perpustakaan Umum melalui Work Sheet dan Bibiografi Tahun 2011

Proses pelaksanaan kegiatan Work Sheet adalah

  • Pengisian blanko buku (ISBN, bahasa, nomor klasifikasi, judul, pengarang, kota terbit, penerbit, tahun terbit, catatan umum, edisi/cetakan) Dan Pengimputan Data Bibliografi dan lain-lain; Pengimputan data melalui Program Quadra Automated Library Information System (OPAC) versi 1.0.0.0. mengunakan standard INDOMARC sebagai dasar untuk pengkatalogan;
  • Hasil pengimputan blanko buku (work sheet), setiap buku akan memperoleh nomor item id sebagai alat control bahan pustaka dan dapat digunakan sebagai data peminjaman dan pengembalian bahan pustaka pada layanan umum;

 

Proses pelaksanaan kegiatan bibiografi adalah

  • Hasil dari pengisian work sheet melalui system Program Qalis melalui OPAC itulah bibiografi bahan pustaka;
  • Hasil Pengimputan data Bibiografi bahan pustakan di BPAD Prov. Sul-Sel otomatis masuk di KIN (Katalog Induk Nasional), KIN merupakan gabungan data katalog koleksi seluruh perpustakaan di Indonesia;
  • Tujuan pembangunan KIN adalah agar masyarakat dapat menemukan data bahan perpustakaan yang diperlukannya, sekaligus mengetahui lokasi bahan perpustakaan tersebut. Dalam lingkup nasional KIN diharapkan dapat mencerminkan kondisi koleksi bahan perpustakaan dalam skala nasional.
  • Katalog Induk Nasional (KIN) berisi data bibiografi dari berbagai provinsi di Indonesia;
  • Pemustaka dapat melihat Bibiografi bahan pustaka diakses via OPAC dan KIN pada layanan perpustakaan umum di BPAD Prov. Sul-Sel, pemustaka juga dapat melihat kolekasi buku layanan umum BPAD di mana pun melalui system KIN.
  • Hasil kegiatan Layanan Perpustakaan Umum melalui work sheet dan bibiografi pada bulan April (343 judul dan 1.133 exp), Mei (780 judul dan 4.665 exp), Juni (566 judul 1.917 exp), Juli 422 judul dan 1.127 exp), Agustus (719 judul dan 1.507 exp), serta September (284 judul dan 506 exp) jadi jumlah keseluruhan adalah 3.114 judul dan 10.855 exp.