PERBEDAAN ANTARA ARSIP DAN PERPUSTAKAAN

oleh Desy Selviana, S. Sos.

Pertama. keduanya berbeda dalam koleksinya/khasanahnya (holdings). Cara tiba koleksi arsip dan perpustakaan sangat berbeda. Perpustakaan dan arsip juga berbeda dalam metodenya.
Kedua lembaga ini berbeda dalam menilai, menyeleksi, menata, dan mendeskripsikan materi-materinya. Akan tetapi, keduanya juga saling memberi manfaat.

FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT SADAR ARSIP SE SULAWESI SELATAN HOTEL SARISON, 11 -12 JUNI 2013 (CATATAN HARI PERTAMA)

Oleh Desy Selviana
Forum Komunikasi Sadar Arsip (FKSA) telah dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh arsiparis dari kab/kota sebanyak 75 orang.

Materi Forum Kearsipan yang di sampaikan oleh Bapak Drs. H. Andi Ahmad Saransi, M. Si (Kabid. Pembinaan dan Pengembangan Kearsipan BPAD Prov. Sul-Sel) pada acara FKSA menyampaikan meteri Forum Kearsipan Defenisi mengenai Defenisi terbentuknya organisasi; Organisasi Kearsipan AAI (Asosiasi Arsip Indonesia); Forum Kearsipan; dan LSM Kearsiipan; Pengertian Kearipan dan dampak defenisi menurut Scelenberg dan Sir Jekinson; Kearsipan menurut paradikma lama dan paradigma baru; 4 (empat) Filar Tertin Arsip; Defenisi Forum Kearsipan; Tujuan dan Fungsi Forum Kearsipan; Keangotaan dan Syarat Forum Kearsipan.

Tanggapan peserta dan solusi yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Andi Ahmad Saransi, M. Si, yakni Perbedaan antara Forum Kearsipan dan LSM, Forum kearsipan : ada visi dan misi bersama, dapat menakomodir/menghimpun orang-orang (siapapun) yang sadar/peduli mengenai arsip (peminat/pencinta kearsipan), sedangkan LSM : mengontrol/mensupervisi lembaga/SKPD serta memberikan teguran arsip tidak tertata dengan baik/manajemen kearsipannya tidak teratur; Penyebab kearsipan menjadi kacau/tidak teratur di sebabkan oleh kurangnya implementasi regulasi kearsipan jadi setiap SKPD diharuskan mempunyai unit kearsipan, terbatasnya dana, sumber daya manusia masih kurang baik kualitas maupun kuantitasnya, perhatian pimpinan masih kurang; serta Dampak kearsipan menurut paradigma lama dan paradigma baru; Arsip Nasional RI mengurus arsip statis, Depdagri mengurus arsip dinamis.

Materi Peranan Pemerintah Daerah dalam Membangun Budaya Arsip yang di sampaikan oleh Bapak Drs. Yulianto, M. Si. mengenai Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan; Peran serta masyarakat dalam kearsipan; Peran serta masyarakat dalam penyediaan sumber daya pendukung kearsipan; Pengertian Sadar Arsip; Sadar akan pentingnya Arsip; Penyebab terjadinya kekeliruan penyelenggara kearsipan di instansi/lembaga; Wajah kearsipan khusunya informasi pasca kemerdekaan sulit ditemukan; 4 (empat) Komponen yang dapat berperan dalam mewujudkan sadar arsip; Cara menumbuhkan sadar arsip dimulai dari keluarga.

Sedangkan tanggapan peserta dan solusi yang disampaikan oleh Bapak Drs. Yulianto, M. Si, yakni Arsip bukan hanya merupakan sejarah atau barang disimpang. Arsip bukan sekedar salah satu barang sejarah yang hanya disimpan lantas hanya diperlukan ketika pameran-pameran atau penelitian. Membuka arsip, tidak sekedar membaca sejarah atau masa yang telah lewat, tapi juga berupaya meraba masa depan. Arsip dapat menjadi peta atau panduan dalam memutuskan berbagai kebijakan organisasi karena dapat menghindari atau mengulang kesalahan atau kebijakan yang keliru atau mungkin belum sempat terlaksana padahal punya manfaat yang besar bagi manajemen organisasi; Bidang kearsipan tidak langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Bidang kearsipan bukannya tidak peduli dengan persoalan-persoalan masyarakat tapi erat kaitannya dengan masalah kebijakan/regulasi. Jika kebijakan-kebijakan yang dihasilkan tidak menimbulkan masalah, sangat mungkin pembuat kebijakan itu cerdas dalam membaca dan mengelola sistem kearsipannya.

Catatan hari pertama Forum Komunikasi Sadar Arsip (FKSA): Forum kearsipan dapat meningkatkan partisipasi dan keberdayaan pengguna arsip; wadah penyalur kegiatan; wadah pembinaan dan pengembangan kearsipan serta sebagai sarana penyalur aspirasi anggota. Gerakan sadar arsip selayaknya dikumandangkan dan diwujudkan, sehingga penyelamatan serta melestarikan arsip terus dioptimalkan sehingga dalam penelusuran arsip tidak perlu lagi mencari ketempat lain. Publikasi Kearsipan yang berkenaan dengan kebijakan akses dan penggunaan arsip.

WORKSHOP STORY TELLING BAGI PUSTAKAWAN DAN PENGELOLA PERPUSTAKAAN SE SULAWESI SELATAN

oleh Desy Selviana

Workshop Story Telling bagi Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan se Sulawesi Selatan dilaksanakan pada tanggal 07 s/d 09 Juni 2013 di Hotel ALDEN Makassar, pesertanya terdiri dari Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan dari Perpustakaan Umum Kab/Kota serta Pustakawan dari BPAD Prov. Sul-Sel sebanyak 50 (lima puluh) orang.

Materi yang dibawakan pada kegiatan “Workshop Story Telling" sebagai berikut :
1. Pengembangan SDM bagi Fungsional Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan melalui Story Telling
oleh Kepala BPAD Prov. Sul-Sel
2. Membebaskan Imajinasi Anak melalui Cerita oleh Siti Yuliana Komar (Pendongeng)
3. Pengelolaan Diri sebagai (Calon) Pencerita oleh Ir. Haerul (Kampung Dongeng)
4. Mari Bercerita oleh Asdar Muis (Budayawan, Seniman, Penyair dan Penulis
5. Bercerita dengan Menarik oleh Nisfu, S. Sos. (Pustakawan dan Pencerita)

Selain materi story telling juga dihadirkan Safira Devi Amorita Juara Harapan I Lomba Bercerita Tingkat Nasional Tahun 2011 serta Rahardi Juara II Lomba Bercerita Tingkat Nasional 2012.

Badan Perpustakaan dan Arip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pembinaan dan pengembangan pustakawan telah melaksanakan pengembangan SDM bagi Pustakawan melalui kegiatan Workshop Story Telling. Adapun yang diharapakan dari kegiatan Workshop Story Telling adalah :
1. Peserta telah mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan keahlian tentang teknik bercerita/mendongeng;
2. Peserta mengharapkan Kegiatan Story Telling di Kab/Kota mendapat dukungan dari pemerintah daerah;
3. Peserta mengharapkan lanjutan kegiatan worshop story telling di masa yang akan datang supaya lebih mampu, mahir dan terampil untuk mendongeng/bercerita bagi anak usia dini.

FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT SADAR ARSIP SE SULAWESI SELATAN

HOTEL SARISON, 11 -12 JUNI 2013
Oleh Desy Selviana

Forum Komunikasi Sadar Arsip telah dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh arsiparis dari kab/kota sebanyak 75 orang. Ka. BPAD Prov. Sulawesi Selatan dalam acara pembukaan sekaligus sambutannya memberikan arahan mengenai harapan dunia kearsipan khususnya di Sulawesi Selatan sebagai berikut :

a. Arsip sebagai sumber informasi dan bahan pertanggungjawaban;
b. Arsip dapat digunakan secara efektif dan efesien;
c. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang penyelematan arsip;
d. Peningkatan sistem manajemen kearsipan di SKPD;
e. Perubahan paradigma kearsipan akan pentingnya arsip sesuai dengan Peraturan Daerah;
f. Gerakan Sadar Arsip dimulai dari keluarga, kesadaran diharapkan menjadi kebiasaan;
g. Penyelamatan arsip merupakan salah satu kegiatan sadar arsip;
h. Sinergitas antar provinsi dengan kab/kota tentang kearsipan.

Langkah stategis tertib administrasi sehingga dapat dilaksanakan secara optimal dengan meningkatkan kesadaran dan aspirasi masyarakat akan pentingnya arsip sehingga dapat dijadikan bahan pertanggungjawaban nasional.

Gelar Minat Baca (Story Telling) pada Layanan Umum Perpustakaan

 oleh Desy Selviana, S. Sos.

Maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan Gelar Minat Baca (Story Telling) adalah

  • Menanamkan kecintaan anak untuk membaca buku;
  • Membuat anak menjadi lebih tenang dan nyaman;
  • Membantu anak mengenal kata dan kalimat;
  • Menyampaikan pesan moral untuk anak.

Kegiatam Gelar minat baca (story Telling) telah dilaksanakan 12 (dua belas) kab/kota se Sulawesi Selatan.