HEBATNYA PUSTAKAWAN/PENGELOLA LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM

Oleh : Desy Selviana

Stock opname merupakan bentuk kegiatan untuk melakukan penghitungan ulang koleksi perpustakaan dan bertujuan untuk mengetahui keadaan koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan; mengetahui jumlah buku (judul/eksemplar) koleksi bahan pustaka menurut golongan klasifikasi dengan tepat; menyediakan jajaran katalog yang tersusun rapi yang menandakan kondisi koleksi bahan pustaka; untuk mengetahui dengan tepat bahan pustaka yang belum di terdaftar OPAC (Online Public Access Catalog); untuk mengetahui bahan pustaka yang dinyatakan hilang; serta untuk mengetahui dengan tepat kondisi bahan pustaka, apakah dalam keadaan rusak atau tidak lengkap.

Pustakawan/pengelola di layanan perpustakaan umum di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sampai saat ini masih melaksanakan kegiatan stock opname sejak dari bulan lalu (Juli) hingga bulan ini (Augustus) 2017. Kegiatan ini membutuhkan energi dan tenaga yang cukup besar serta kondisi fisik yang prima.

Hebatnya Pustakawan/Pengelola Layanan Perpustakaan Umum, tetap memberikan pelayanan kepada pemustaka selama kegiatan ini, walaupun kegiatan tersebut mengurangi kenyamanan bagi pustakawan/pengelola perpustakaan juga bagi pemustaka/pengguna perpustakaan. Mengapa dikatakan “HEBAT”, karena kegiatan perpustakaan yang sedang melakukan stock opname biasanya tidak membuka layanan koleksinya secara open access untuk sementara. Namun ada juga perpustakaan yang menerapkan tutup selama kegiatan stock opname berlangsung.

Contohnya saja pada perpustakaan universitas, stock opname dilakukan saat libur semester ketika kecenderungan pengunjung untuk datang ke perpustakaan hampir tidak ada. Sementara perpustakaan tetap buka bagi pemustaka yang sedang mengerjakan skripsi. Rak koleksi yang sedang dilakukan stock opname biasanya ditutup atau diberi tanda dilarang masuk. Sehingga untuk bisa mengambil koleksi pemustaka harus meminta bantuan pustakawan.

Kegiatan stock opname diharapkan dapat rampung pada akhir Tahun 2017, sehingga Layanan Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 mampu meningkatkan pelayanan bagi pemustaka/pengguna perpustakaan.

Dress Code “Merah Putih” untuk Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia

Oleh : Desy Selviana

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia kali ini mengusung tema “Indonesia Kerja Bersama”. Untuk merayakan hari Kemerdekaan, UPT. Layanan Perpustakaan memiliki acara refreshing dengan Dress Code “Merah Putih” ke Wisata Kebun Bontomarrannu Gowa pada hari Minggu tanggal 27 Agustus 2017, bersama Bapak Firman NM (Ka. UPT. Layanan Perpustakaan) dan Ibu Maria Ma’bi Palumean.

Refreshing dilakukan untuk menjalin, menjaga, dan mempertahankan kebersamaan sehingga Layanan Perpustakaan menjadi lebih kuat, hebat dan tak terkalahkan dengan bekerja bersama-sama untuk memberikan layanan kepada pemustaka/pengguna perpustakaan.

KERJASAMA LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LP2M UNHAS DENGAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

Oleh : Desy Selviana

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNHAS adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi di bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Pengabdian masyarakat merupakan bagian integral tri dharma perguruan tinggi yang dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari dua dharma yang lain serta melibatkan segenap sivitas akademik: dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan serta alumni. Melalui program pengabdian masyarakat, LP2M UNHAS bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, telah melaksanakan berbagai bentuk-bentuk kegiatan sebagai berikut :

  1. Artikel/Jurnal Peningkatan Sosialisasi Komunikasi Keluarga dan Pengembangan Minat Baca Melalui Komunitas Baca , Tahun 2012.
  2. Pelatihan Kemampuan Human Relation Pustakawan untuk Meningkatkan Layanan Prima, Tahun 2015.
  3. Sosialisasi Peran Kader Baca untuk Meningkatkan Minat Baca Keluarga, Tahun 2016.
  4. (ibM) Pemahaman Literasi Media untuk Kesadaran Minat Baca Anak Pesisir Pantai “MDIA Potere-Sabutung IIGusung”, Tahun 2017.

Kegiatan (ibM) Pemahaman Literasi Media untuk Kesadaran Minat Baca Anak Pesisir Pantai, yang dilaksanakan pada hari Selasa Tanggal 5 September 2017, dengan berkunjung langsung ke SD MDIA Potere-Sabutung II Gusung bersama dengan Ketua Pelaksana ibu Dr. Tuti Bahfiarti beserta rombongan serta Kepala UPT. Layanan Perpustakaan Bapak Firman NM, S. Sos., M. Si, Ibu Maria Ma’bi Paluman S. Sos., M. Si, beserta rombongan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Firman, dalam sambutannya mengajak anak-anak untuk mampu meningkatkan minat bacanya dan sering berkunjung keperpustakaan, dilanjutnya penandatanganan Berita Acara Serah Terima Buku. Ketua pelaksana Ibu Tuti memberikan nasehat agar anak-anak tidak bekerja (mengumpulkan ikan yang jatuh) pada saat jam sekolah dan dilanjutkan dengan pemutaran film animasi tentang pengaruh negative Gadget terhadap Anak.

 

Pustaka Digital Meningkatkan Minat Baca dan Belajar Masyarakat

Oleh : Desy Selviana

Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Telkom Indonesia (Persero) memberikan bantuan Pustaka Digital atau disingkat PaDi di 1.030 lokasi (34 provinsi) sudah terinstal dan teraktifasi PaDi. Penyebaran lokasi PaDi dimulai dari Sumatera sebanyak 217 lokasi, Jabodetabek 98 lokasi, Jawa Barat 158 lokasi, Jawa tengah & DIY 117 lokasi, Jawa Timur 254 lokasi, Kalimantan 112 lokasi, dan Kawasan Indonesia Timur sebanyak 74 lokasi.

PaDi yang merupakan salah satu akses sumbersumber pengetahuan, melalui program Digital Learning Corner yang direalisasikan dalam bentuk kumpulan Pustaka Digital (eBook). Berisi buku terbitan Balai Pustaka, Mizam, dan penerbit-penerbit lainnya. Dengan adanya PaDi, pemustaka/pengguna perpustakaan di Layanan Perpustakaan Umum dapat mengakses beragam bacaan yang tersedia, seperti karya sastra legendaries, buku kurikulum, video interaktif dan lain-lainnya. Pustaka Digital (eBook) ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca dan belajar masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan. 

UJI KOMPETENSI PUSTAKAWAN DAN ARSIPARIS

Oleh : Desy Selviana

KOMPETENSI PUSTAKAWAN

Kompetensi Pustakawan Pustakawan adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kepustakawanan pada unit-unit perpustakaan, dokumentasi dan informasi pemerintah dan atau unit tertentu lainnya.

Sesuai dengan Peraturan MENPAN dan RB Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya, kenaikan jenjang jabatan fungsional pustakawan selain memenuhi angka kredit yang ditentukan, saat ini disyaratkan untuk mengikuti uji kompetensi kenaikan jabatan.

Materi uji kompetensi Pustakawan merupakan alat ukur untuk mengetahui kompetensi Pustakawan sesuai jenjang jabatan yang akan diduduki, mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Jabatan Fungsional Pustakawan yang ditetapkan.

Berikut rincian materi uji kompetensi Pustakawan sesuai jenjang Jabatan Fungsional Pustakawan yang akan diduduki :

Pustakawan Terampil, meliputi:

  1. pengembangan koleksi
  2. membuat desiderata
  3. meregistrasi bahan perpustakaan
  4. menyusun daftar tambahan (accession list) bahan perpustakaan
  5. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  6. melakukan katalogisasi salinan
  7. melakukan alih data bibliografis
  8. membuat kelengkapan bahan perpustakaan
  9. melakukan layanan perpustakaan
  10. mengelola jajaran koleksi perpustakaan (shelving)
  11. melakukan layanan peminjaman dan pengembalian koleksi

Pustakawan Mahir, meliputi:

  1. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  2. melakukan katalogisasi deksriptif tingkat satu.
  3. melakukan layanan perpustakaan
  4. menyediakan koleksi di tempat.
  5. melakukan layanan bahan pandang dengar.
  6. melakukan layanan storytelling.
  7. membuat statistik perpustakaan.
  8. melakukan promosi perpustakaan.

Pustakawan Penyelia, meliputi:

  1. melakukan survei sederhana kebutuhan informasi pemustaka
  2. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  3. melakukan katalogisasi deksriptif bahan perpustakaan tingkat dua.
  4. melakukan klasifikasi ringkas dan menentukan tajuk subjek.
  5. membuat anotasi koleksi perpustakaan berbahasa Indonesia.
  6. melakukan layanan perpustakaan
  7. melakukan layanan referensi cepat (quick reference).
  8. melakukan penelusuran informasi sederhana.

Pustakawan Ahli Pertama, meliputi:

  1. melakukan pengolahan bahan perpustakaan.
  2. melakukan katalogisasi deskriptif bahan perpustakaan tingkat tiga.
  3. membuat anotasi (aspek kritis penilaian pada pembuatan anotasi).
  4. membuat abstrak indikatif berbahasa Indonesia atau berbahasa daerah.
  5. menyusun literatur sekunder (bibliografi, kumpulan abstrak dan indeks).
  6. melakukan pelayanan pemustaka
  7. mengelola layanan sirkulasi.
  8. mengelola layanan storytelling.

Pustakawan Ahli Muda, meliputi:

  1. melakukan pengembangan koleksi
  2. melakukan survei kebutuhan informasi pemustaka.
  3. melakukan seleksi bahan perpustakaan.
  4. melakukan evaluasi koleksi perpustakaan (studi kasus survei kebutuhan informasi pemustaka).
  5. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  6. melakukan klasifikasi kompleks dan menentukan tajuk subjek.
  7. membuat tajuk kendali nama badan koorporasi.
  8. membuat tajuk kendali nama orang.
  9. membuat tajuk kendali nama geografi.
  10. membuat abstrak indikatif.
  11. membuat abstrak informatif.
  12. menyusun literatur sekunder (membuat direktori).
  13. melakukan pelayanan pemustaka
  14. melakukan penelusuran informasi kompleks (studi kasus).
  15. menyusun dan menyebarkan informasi terseleksi.
  16. melakukan kajian ke Pustakawanan
  17. melakukan kajian ke Pustakawan bersifat sederhana (taktis operasional).

Pustakawan Ahli Madya, meliputi:

  1. melakukan pengembangan koleksi
  2. mengelola koleksi perpustakaan hasil penyiangan.
  3. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  4. membuat panduan pustaka (pathfinder).
  5. membuat tajuk kendali subjek.
  6. melakukan abstrak informatif berbahasa asing.
  7. melakukan pelayanan pemustaka
  8. melakukan bimbingan pemustaka dalam bentuk literasi informasi.
  9. mengelola layanan e-resources.
  10. melakukan bimbingan penggunaan sumber referensi.
  11. melakukan kajian ke Pustakawanan
  12. melakukan pengkajian ke Pustakawan bersifat kompleks (strategis sektoral).
  13. melakukan pengembangan ke Pustakawanan
  14. melakukan publisitas melalui media cetak dalam bentuk sinopsis.
  15. penganalisisan/pengkritisian karya ke Pustakawan
  16. menganalisis/membuat kritik karya sistem ke Pustakawanan.

Pustakawan Ahli Utama, meliputi:

  1. melakukan kajian ke Pustakawanan
  2. melakukan pengkajian kePustakawan bersifat kompleks (strategis nasional).
  3. pengembangan ke Pustakawanan
  4. mengidentifikasi potensi wilayah untuk penyuluhan tentang pengembangan ke Pustakawanan.
  5. penganalisisan/pengkritisian karya ke Pustakawan
  6. menyempurnakan karya ke Pustakawanan
  7. penelaahan pengembangan sistem ke Pustakawanan
  8. menelaah sistem ke Pustakawanan

KOMPOTENSI ARSIPARIS

Arsiparis merupakan salah satu jabatan fungsional dalam rumpun bidang kearsipan dan perpustakaan. Menurut PermenPAN Nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis, arsiparis adalah seseorang PNS yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan yang diperoleh melalui pendidikan formal dan/atau pendidikan dan pelatihan kearsipan serta mempunyai fungsi, tugas dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan kearsipan yang diangkat oleh pejabat yang berwenang di lingkungan lembaga negara, pemerintahan daerah, pemerintahan desa dan satuan organisasi perguruan tinggi negeri.

Secara umum, kompetensi yang harus dimiliki oleh arsiparis dalam setiap jenjangnya terdiri dari: kompetensi pengelolaan arsip dinamis, kompetensi pengelolaan arsip statis dan kompetensi pembinaan kearsipan.

Uji Kompetensi Kearsipan adalah proses pengujian dan penilaian terhadap Arsiparis untuk menentukan tingkat atau kualifikasi kompetensi di bidang Kearsipan.

Metode uji kompetensi kearsipan dalam pelaksanaan Sertifikasi Jabatan Fungsional Arsiparis sebagai berikut:

  1. Portofolio, dibuat dalam bentuk biodata peserta dan data riwayat penugasan
  2. Ujian tertulis, dibuat dalam bentuk soal pilihan ganda dan/atau esai dan studi kasus.
  3. Ujian Praktek, berupa praktek kerja kearsipan sesuai dengan jenjang jabatan.
  4. Wawancara, dilakukan berdasarkan pedoman yang telah ditentukan oleh Direktorat SDM kearsipan dan Sertifikasi.
  5. Pembuatan makalah/karya tulis di bidang kearsipan, yang terdiri dari terdiri dari halaman judul, pendahuluan, isi, dan penutup.
  6. Presentasi makalah/karya tulisdi bidang kearsipan, dilakukan berdasarkan presentasi makalah/karya tulis bidang kearsipan.
  7. Focus Group Discussion (FGD), dilakukan untukmendiskusikan topik yang telah ditentukan di bidang kearsipan.

Metode uji kompetensi kearsipan tersebut, disesuaikan dengan jenis Sertifikasi Jabatan Fungsional Arsiparis.

  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi PNS yang akan diangkat dalam Jabatan Fungsional Arsiparis melalui jalur inpassing melalui penilaian portofolio.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi ArsiparisKategori Keterampilan yang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih tinggi meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Ujian praktek; dan
  4. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi Arsiparis Kategori Keterampilan yang akan alih jabatan dalam jabatan Arsiparis Kategori Keahlianmeliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Ujian praktek; dan
  4. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi Arsiparis Ahli Pertama yang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih tinggi ke Arsiparis Ahli Mudameliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Ujian praktek;
  4. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi Arsiparis Ahli Mudayang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih tinggi ke Arsiparis Ahli Madya meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. Presentasi makalah/karya tulis di bidang kearsipan; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi Arsiparis Kategori Keahlian dari Arsiparis Ahli Madya yang akan naik jabatan setingkat lebih tinggi ke Arsiparis Ahli Utama meliputi:  Portofolio;
  1. Ujian tertulis.
  2. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  3. Presentasi makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. FGD; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi PNS yang akan diangkat kembali dalam Jabatan Fungsional Arsiparis Kategori Keahlian meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. FGD; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi pejabat struktural yang berpindah jabatan dalam Jabatan Fungsional ArsiparisAhli Pertama,meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. FGD; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi pejabat struktural yang berpindah jabatan dalam Jabatan Fungsional Arsiparis Ahli Muda dan Arsiparis Ahli Madya meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. Presentasi makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  5. FGD; dan f. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi pejabat struktural yang berpindah jabatan dalam Jabatan Fungsional Arsiparis Ahli Utama meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. Presentasi makalah/karya ilmiah;
  5. FGD; dan
  6. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi pejabat fungsional tertentu lainnya yang akan berpindah jabatan menjadi PejabatFungsional ArsiparisKategori Keahlian meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan.
  4. FGD; dan
  5. Wawancara.