"La Galigo" Pengembangan Literasi Informasi di Sulawesi Selatan

Oleh : Desy Selviana

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel menggelar dialog pengembangan keberhasilan literasi informasi di Sulsel dalam rangka hari jadi Sulsel ke-348 di Baruga Karaeng Pattingalloang (rumah jabatan gubernur) pada Senin tanggal 16 Oktober 2017. Dialog ini menghadirkan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo; Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab; Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Syarif Bando; Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI), Mukhlis PaEni. Berikut catatan dialog pengembangan keberhasilan literasi informasi di Sulsel :

  • Syahrul Yasin Limpo

Naskah La Galigo menceritakan asal usul peradaban masyarakat Sulawesi umumnya dan khususnya Sulawesi bagian Selatan, La Galigo membawa nilai-nilai tinggi seperti Rasa Malu (harga diri); Keras, kokoh pendirian. Nilai-nilai inilah yang harus di wariskan dan tetap menjadi pegangan masyarakat Sulsel untuk senantiasa hidup baik di negeri sendiri atau negeri orang lain, dengan menjadi manusia yang perkasa dalam menjalani kehidupan serta dituntut harus memiliki keberanian, pantang menyerah menghadapi tantangan ataupun ujian hidup.

  • Syarif Bando

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memiliki 10.334 buah koleksi naskah kuno dari berbagai jenis sastra. Karya sastra dan fungsi perustakaan sebagai penghubung antara yang dahulu dan sekarang. Diperpusnas ada 48. 000 katalog La Galigo. Naskah La Galigo sudah bisa diakses secara online. http://pernaskahan.perpusnas.go.id/site/detail-naskah?id=4&judul=La+Galigo

  • Mukhlis PaEni

Perpustakaan sebagai Jantung Peradaban dan Naskah sebagai souvenir dari peradaban. Naskah La Galigo, mengandung banyak kisah/nilai-nilai kehidupan dan UNESCO telah melegitimasi sebagai Memory of The World. Masih ada 5 (lima) naskah asli Sulawesi Selatan, yaitu :

  1. Hukum Pelayaran dan Perdagangan Amanagappa
  2. Naskah-naskah ajaran Syekh Yusuf
  3. Naskah Syair Peran Makassar
  4. Catatan Harian Raja-Raja Gowa
  5. Lontara Pattudiolo Mandar

Pengetahuan lokal harus diterjemahkan menjadi ilmu pengetahuan yang berasal dari perpustakaan dan ditemukan di perpustakaan.

  • Najwa Shihab

Nenek moyang kita bukan hanya pelaut ulung tapi juga kolektor, pembaca, penulis yang luar biasa.

POTREK DPK KABUPATEN SINJAI

Oleh : Desy Selviana

 

Perpustakaan umum yang ada di kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, dihantui masalah sepinya pengunjung. Maka dari itu, pihak perpustakaan mencoba semua jenis inovasi dengan menambahkan fasilitas agar pemustaka tetap selalu mengunjungi perpustakaan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sinjai yang terletak di Jl. RA Kartini No. 01 Sinjai, dengan taman baca dilengkapi dengan jaringan Wi-Fi secara GRATIS sehingga pemustaka dapat  mengakses informasi di lokasi TAMAN BACA. Di area taman baca juga terdapat CAFÉ BACA yang memanjakan pengunjung untuk memilih minuman dan makanan ringan dengan harga terjangkau, khusus untuk untuk 20 pengunjung pertama mendapatkan kopi GRATIS.

Layanan perpustakaan memiliki koleksi buku 15.101 judul atau 4.517 eksemplar, ditambah pembelian buku 297 judul dan 566 eksemplar khusus Tahun 2017. Layanan perpustakaan buka dari hari SENIN s/d SABTU jam : 08.00 s/d 22.00 WITA khusus hari MINGGU, jam : 09. 00 s/d 17. 00 WITA, dengan Jumlah petugas layanan perpustakaan sebanyak 1 (satu) orang PNS dan 15 (lima belas) orang tenaga honorer.

HEBATNYA PUSTAKAWAN/PENGELOLA LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM

Oleh : Desy Selviana

Stock opname merupakan bentuk kegiatan untuk melakukan penghitungan ulang koleksi perpustakaan dan bertujuan untuk mengetahui keadaan koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan; mengetahui jumlah buku (judul/eksemplar) koleksi bahan pustaka menurut golongan klasifikasi dengan tepat; menyediakan jajaran katalog yang tersusun rapi yang menandakan kondisi koleksi bahan pustaka; untuk mengetahui dengan tepat bahan pustaka yang belum di terdaftar OPAC (Online Public Access Catalog); untuk mengetahui bahan pustaka yang dinyatakan hilang; serta untuk mengetahui dengan tepat kondisi bahan pustaka, apakah dalam keadaan rusak atau tidak lengkap.

Pustakawan/pengelola di layanan perpustakaan umum di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sampai saat ini masih melaksanakan kegiatan stock opname sejak dari bulan lalu (Juli) hingga bulan ini (Augustus) 2017. Kegiatan ini membutuhkan energi dan tenaga yang cukup besar serta kondisi fisik yang prima.

Hebatnya Pustakawan/Pengelola Layanan Perpustakaan Umum, tetap memberikan pelayanan kepada pemustaka selama kegiatan ini, walaupun kegiatan tersebut mengurangi kenyamanan bagi pustakawan/pengelola perpustakaan juga bagi pemustaka/pengguna perpustakaan. Mengapa dikatakan “HEBAT”, karena kegiatan perpustakaan yang sedang melakukan stock opname biasanya tidak membuka layanan koleksinya secara open access untuk sementara. Namun ada juga perpustakaan yang menerapkan tutup selama kegiatan stock opname berlangsung.

Contohnya saja pada perpustakaan universitas, stock opname dilakukan saat libur semester ketika kecenderungan pengunjung untuk datang ke perpustakaan hampir tidak ada. Sementara perpustakaan tetap buka bagi pemustaka yang sedang mengerjakan skripsi. Rak koleksi yang sedang dilakukan stock opname biasanya ditutup atau diberi tanda dilarang masuk. Sehingga untuk bisa mengambil koleksi pemustaka harus meminta bantuan pustakawan.

Kegiatan stock opname diharapkan dapat rampung pada akhir Tahun 2017, sehingga Layanan Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 mampu meningkatkan pelayanan bagi pemustaka/pengguna perpustakaan.

Dress Code “Merah Putih” untuk Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia

Oleh : Desy Selviana

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia kali ini mengusung tema “Indonesia Kerja Bersama”. Untuk merayakan hari Kemerdekaan, UPT. Layanan Perpustakaan memiliki acara refreshing dengan Dress Code “Merah Putih” ke Wisata Kebun Bontomarrannu Gowa pada hari Minggu tanggal 27 Agustus 2017, bersama Bapak Firman NM (Ka. UPT. Layanan Perpustakaan) dan Ibu Maria Ma’bi Palumean.

Refreshing dilakukan untuk menjalin, menjaga, dan mempertahankan kebersamaan sehingga Layanan Perpustakaan menjadi lebih kuat, hebat dan tak terkalahkan dengan bekerja bersama-sama untuk memberikan layanan kepada pemustaka/pengguna perpustakaan.

KERJASAMA LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LP2M UNHAS DENGAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

Oleh : Desy Selviana

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNHAS adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi di bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Pengabdian masyarakat merupakan bagian integral tri dharma perguruan tinggi yang dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari dua dharma yang lain serta melibatkan segenap sivitas akademik: dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan serta alumni. Melalui program pengabdian masyarakat, LP2M UNHAS bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, telah melaksanakan berbagai bentuk-bentuk kegiatan sebagai berikut :

  1. Artikel/Jurnal Peningkatan Sosialisasi Komunikasi Keluarga dan Pengembangan Minat Baca Melalui Komunitas Baca , Tahun 2012.
  2. Pelatihan Kemampuan Human Relation Pustakawan untuk Meningkatkan Layanan Prima, Tahun 2015.
  3. Sosialisasi Peran Kader Baca untuk Meningkatkan Minat Baca Keluarga, Tahun 2016.
  4. (ibM) Pemahaman Literasi Media untuk Kesadaran Minat Baca Anak Pesisir Pantai “MDIA Potere-Sabutung IIGusung”, Tahun 2017.

Kegiatan (ibM) Pemahaman Literasi Media untuk Kesadaran Minat Baca Anak Pesisir Pantai, yang dilaksanakan pada hari Selasa Tanggal 5 September 2017, dengan berkunjung langsung ke SD MDIA Potere-Sabutung II Gusung bersama dengan Ketua Pelaksana ibu Dr. Tuti Bahfiarti beserta rombongan serta Kepala UPT. Layanan Perpustakaan Bapak Firman NM, S. Sos., M. Si, Ibu Maria Ma’bi Paluman S. Sos., M. Si, beserta rombongan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Firman, dalam sambutannya mengajak anak-anak untuk mampu meningkatkan minat bacanya dan sering berkunjung keperpustakaan, dilanjutnya penandatanganan Berita Acara Serah Terima Buku. Ketua pelaksana Ibu Tuti memberikan nasehat agar anak-anak tidak bekerja (mengumpulkan ikan yang jatuh) pada saat jam sekolah dan dilanjutkan dengan pemutaran film animasi tentang pengaruh negative Gadget terhadap Anak.