UJI KOMPETENSI PUSTAKAWAN DAN ARSIPARIS

Oleh : Desy Selviana

KOMPETENSI PUSTAKAWAN

Kompetensi Pustakawan Pustakawan adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kepustakawanan pada unit-unit perpustakaan, dokumentasi dan informasi pemerintah dan atau unit tertentu lainnya.

Sesuai dengan Peraturan MENPAN dan RB Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya, kenaikan jenjang jabatan fungsional pustakawan selain memenuhi angka kredit yang ditentukan, saat ini disyaratkan untuk mengikuti uji kompetensi kenaikan jabatan.

Materi uji kompetensi Pustakawan merupakan alat ukur untuk mengetahui kompetensi Pustakawan sesuai jenjang jabatan yang akan diduduki, mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Jabatan Fungsional Pustakawan yang ditetapkan.

Berikut rincian materi uji kompetensi Pustakawan sesuai jenjang Jabatan Fungsional Pustakawan yang akan diduduki :

Pustakawan Terampil, meliputi:

  1. pengembangan koleksi
  2. membuat desiderata
  3. meregistrasi bahan perpustakaan
  4. menyusun daftar tambahan (accession list) bahan perpustakaan
  5. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  6. melakukan katalogisasi salinan
  7. melakukan alih data bibliografis
  8. membuat kelengkapan bahan perpustakaan
  9. melakukan layanan perpustakaan
  10. mengelola jajaran koleksi perpustakaan (shelving)
  11. melakukan layanan peminjaman dan pengembalian koleksi

Pustakawan Mahir, meliputi:

  1. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  2. melakukan katalogisasi deksriptif tingkat satu.
  3. melakukan layanan perpustakaan
  4. menyediakan koleksi di tempat.
  5. melakukan layanan bahan pandang dengar.
  6. melakukan layanan storytelling.
  7. membuat statistik perpustakaan.
  8. melakukan promosi perpustakaan.

Pustakawan Penyelia, meliputi:

  1. melakukan survei sederhana kebutuhan informasi pemustaka
  2. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  3. melakukan katalogisasi deksriptif bahan perpustakaan tingkat dua.
  4. melakukan klasifikasi ringkas dan menentukan tajuk subjek.
  5. membuat anotasi koleksi perpustakaan berbahasa Indonesia.
  6. melakukan layanan perpustakaan
  7. melakukan layanan referensi cepat (quick reference).
  8. melakukan penelusuran informasi sederhana.

Pustakawan Ahli Pertama, meliputi:

  1. melakukan pengolahan bahan perpustakaan.
  2. melakukan katalogisasi deskriptif bahan perpustakaan tingkat tiga.
  3. membuat anotasi (aspek kritis penilaian pada pembuatan anotasi).
  4. membuat abstrak indikatif berbahasa Indonesia atau berbahasa daerah.
  5. menyusun literatur sekunder (bibliografi, kumpulan abstrak dan indeks).
  6. melakukan pelayanan pemustaka
  7. mengelola layanan sirkulasi.
  8. mengelola layanan storytelling.

Pustakawan Ahli Muda, meliputi:

  1. melakukan pengembangan koleksi
  2. melakukan survei kebutuhan informasi pemustaka.
  3. melakukan seleksi bahan perpustakaan.
  4. melakukan evaluasi koleksi perpustakaan (studi kasus survei kebutuhan informasi pemustaka).
  5. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  6. melakukan klasifikasi kompleks dan menentukan tajuk subjek.
  7. membuat tajuk kendali nama badan koorporasi.
  8. membuat tajuk kendali nama orang.
  9. membuat tajuk kendali nama geografi.
  10. membuat abstrak indikatif.
  11. membuat abstrak informatif.
  12. menyusun literatur sekunder (membuat direktori).
  13. melakukan pelayanan pemustaka
  14. melakukan penelusuran informasi kompleks (studi kasus).
  15. menyusun dan menyebarkan informasi terseleksi.
  16. melakukan kajian ke Pustakawanan
  17. melakukan kajian ke Pustakawan bersifat sederhana (taktis operasional).

Pustakawan Ahli Madya, meliputi:

  1. melakukan pengembangan koleksi
  2. mengelola koleksi perpustakaan hasil penyiangan.
  3. melakukan pengolahan bahan perpustakaan
  4. membuat panduan pustaka (pathfinder).
  5. membuat tajuk kendali subjek.
  6. melakukan abstrak informatif berbahasa asing.
  7. melakukan pelayanan pemustaka
  8. melakukan bimbingan pemustaka dalam bentuk literasi informasi.
  9. mengelola layanan e-resources.
  10. melakukan bimbingan penggunaan sumber referensi.
  11. melakukan kajian ke Pustakawanan
  12. melakukan pengkajian ke Pustakawan bersifat kompleks (strategis sektoral).
  13. melakukan pengembangan ke Pustakawanan
  14. melakukan publisitas melalui media cetak dalam bentuk sinopsis.
  15. penganalisisan/pengkritisian karya ke Pustakawan
  16. menganalisis/membuat kritik karya sistem ke Pustakawanan.

Pustakawan Ahli Utama, meliputi:

  1. melakukan kajian ke Pustakawanan
  2. melakukan pengkajian kePustakawan bersifat kompleks (strategis nasional).
  3. pengembangan ke Pustakawanan
  4. mengidentifikasi potensi wilayah untuk penyuluhan tentang pengembangan ke Pustakawanan.
  5. penganalisisan/pengkritisian karya ke Pustakawan
  6. menyempurnakan karya ke Pustakawanan
  7. penelaahan pengembangan sistem ke Pustakawanan
  8. menelaah sistem ke Pustakawanan

KOMPOTENSI ARSIPARIS

Arsiparis merupakan salah satu jabatan fungsional dalam rumpun bidang kearsipan dan perpustakaan. Menurut PermenPAN Nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis, arsiparis adalah seseorang PNS yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan yang diperoleh melalui pendidikan formal dan/atau pendidikan dan pelatihan kearsipan serta mempunyai fungsi, tugas dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan kearsipan yang diangkat oleh pejabat yang berwenang di lingkungan lembaga negara, pemerintahan daerah, pemerintahan desa dan satuan organisasi perguruan tinggi negeri.

Secara umum, kompetensi yang harus dimiliki oleh arsiparis dalam setiap jenjangnya terdiri dari: kompetensi pengelolaan arsip dinamis, kompetensi pengelolaan arsip statis dan kompetensi pembinaan kearsipan.

Uji Kompetensi Kearsipan adalah proses pengujian dan penilaian terhadap Arsiparis untuk menentukan tingkat atau kualifikasi kompetensi di bidang Kearsipan.

Metode uji kompetensi kearsipan dalam pelaksanaan Sertifikasi Jabatan Fungsional Arsiparis sebagai berikut:

  1. Portofolio, dibuat dalam bentuk biodata peserta dan data riwayat penugasan
  2. Ujian tertulis, dibuat dalam bentuk soal pilihan ganda dan/atau esai dan studi kasus.
  3. Ujian Praktek, berupa praktek kerja kearsipan sesuai dengan jenjang jabatan.
  4. Wawancara, dilakukan berdasarkan pedoman yang telah ditentukan oleh Direktorat SDM kearsipan dan Sertifikasi.
  5. Pembuatan makalah/karya tulis di bidang kearsipan, yang terdiri dari terdiri dari halaman judul, pendahuluan, isi, dan penutup.
  6. Presentasi makalah/karya tulisdi bidang kearsipan, dilakukan berdasarkan presentasi makalah/karya tulis bidang kearsipan.
  7. Focus Group Discussion (FGD), dilakukan untukmendiskusikan topik yang telah ditentukan di bidang kearsipan.

Metode uji kompetensi kearsipan tersebut, disesuaikan dengan jenis Sertifikasi Jabatan Fungsional Arsiparis.

  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi PNS yang akan diangkat dalam Jabatan Fungsional Arsiparis melalui jalur inpassing melalui penilaian portofolio.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi ArsiparisKategori Keterampilan yang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih tinggi meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Ujian praktek; dan
  4. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi Arsiparis Kategori Keterampilan yang akan alih jabatan dalam jabatan Arsiparis Kategori Keahlianmeliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Ujian praktek; dan
  4. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi Arsiparis Ahli Pertama yang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih tinggi ke Arsiparis Ahli Mudameliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Ujian praktek;
  4. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi Arsiparis Ahli Mudayang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih tinggi ke Arsiparis Ahli Madya meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. Presentasi makalah/karya tulis di bidang kearsipan; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi Arsiparis Kategori Keahlian dari Arsiparis Ahli Madya yang akan naik jabatan setingkat lebih tinggi ke Arsiparis Ahli Utama meliputi:  Portofolio;
  1. Ujian tertulis.
  2. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  3. Presentasi makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. FGD; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi PNS yang akan diangkat kembali dalam Jabatan Fungsional Arsiparis Kategori Keahlian meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. FGD; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi pejabat struktural yang berpindah jabatan dalam Jabatan Fungsional ArsiparisAhli Pertama,meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. FGD; dan
  5. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi pejabat struktural yang berpindah jabatan dalam Jabatan Fungsional Arsiparis Ahli Muda dan Arsiparis Ahli Madya meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. Presentasi makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  5. FGD; dan f. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi pejabat struktural yang berpindah jabatan dalam Jabatan Fungsional Arsiparis Ahli Utama meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan;
  4. Presentasi makalah/karya ilmiah;
  5. FGD; dan
  6. Wawancara.
  • Metode uji kompetensi kearsipan bagi pejabat fungsional tertentu lainnya yang akan berpindah jabatan menjadi PejabatFungsional ArsiparisKategori Keahlian meliputi:
  1. Portofolio;
  2. Ujian tertulis;
  3. Membuat makalah/karya tulis di bidang kearsipan.
  4. FGD; dan
  5. Wawancara.

BIMBINGAN TEKNIS PENGAWASAN KEARSIPAN

Oleh : Desy Selviana

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan sebagai penyelenggara kearsipan tingkat provinsi dalam rangka mewujudkan tertib arsip, dibutuhkan pengawasan kearsipan untuk mengawal dan mengawasi penyelenggaraan kearsipan di tingkat kabupaten/kota.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bapak Drs. Yulianto, M.M. dalam sambutan beliau pada Kegiatan Bimbingan Teknis Pengawasan Kearsipan yang diselenggarakan di Hotel Alden, Tanggal 22 s/d 24 Mei 2017, mengatakan perlunya program audit dan pengawasan kearsipan. Dengan adanya audit, tim pengawasan kearsipan memberikan rekomendasi audit berdasarkan penilaian kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektifitas, efisiensi, dan keandalan penyelenggaran kearsipan.

FORUM KOMUNIKASI PEMUSTAKA SE SULAWESI SELATAN

oleh : Desy Selviana

Forum komunikasi pemustaka yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2015 di Perpustakaan Multimedia Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jl. Sultan Alauddin Km. 7 Talasalapang Makassar, dengan jumlah peserta sebanyak 120 pemustaka. Nara sumber adalah Bapak Drs. H. Abd. Rahman, M.M., Bapak Drs. H. Damlan Thahir, M.M., serta Bapak Tulus Wulandari.

Forum tersebut merupakan salah satu bentuk interaksi aktif antara pustakawan/pengelola perpustakaan dengan pemustaka, untuk memberikan saran, kritik, dukungan serta support dalam peningkatan layanan perpustakaan sehingga dapat memberikan layanan prima pada masyarakat.

Forum komunikasi pemustaka mendiskusikan tentang bagaimana agar pemustaka tidak hanya berperan sebagai pengguna perpustakaan, tetapi lebih dari itu sebagai mitra perpustakaan serta peran pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan dan minat baca khususnya di Sulawesi Selatan. Berkenaan dengan hal tersebut, diharapkan pemustaka dapat ikut melakukan sosialisasi perpustakaan dan minat baca; memberikan saran dan masukan; mendorong pendirian perpustakaan; menyelenggarakan kegiatan minat baca; turut berperan, berpartisipasi serta menfasilitasi program perpustakaan dan minat baca termasuk seleksi bahan bacaan.

Sedangkan pengembangan perpustakaan dan minat baca dilakukan melalui inovasi layanan (custumer care - service exelen); inovasi kegiatan/program dengan pemerdayaan masyarakat, serta kerjasama dengan berbagai pihak/sponsorship.

 

PEMILIHAN DUTA BACA PELAJAR TINGKAT SMA/MA SE SULAWESI SELATAN

oleh Desy Selviana

Pemilihan duta baca pelajar tingkat SMA/MA telah dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2015 di Perpustakaan Multimedia Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jl. Sultan Alauddin Km. 7 Talasalapang Makassar. Juri pemilihan adalah Ibu Bapak Tulus Wulandari, Bapak Syamsul Arif, S. Sos., M. Si., dan Ibu Andi Amriana, S. Sos., M.M. Peserta sebanyak 10 siswa SMA/MA, yang berasal dari sekolah negeri maupun swasta yang memiliki perpustakaan.

Peserta merupakan pelajar utusan sekolah yang memiliki prestasi akademik dan ilmu pengetahuan/wawasan yang luas yang di peroleh dari membaca buku (budaya baca), serta mempunyai potensi untuk memperkenalkan dan mempromosikan perpustakaan.

Materi pemilihan terdiri dari pengetahuan kepribadian, pengetahuan umum, pengetahuan bahasa/komunikasi, serta pengetahuan dan minat baca peserta. Adapun Penilaian yang dilakukan berdasarkan keputusan dewan juri adalah nilai yang tertinggi.

  • Juara I : Akrimah Azzahrah, SMA Islam Athirah Boarding Scholl Kabupaten Bone dengan nilai 307, 33
  • Juara II : Muhammad Aldi Subandi, SMA Negeri 21 Kota Makassar dengan nilai 303, 50
  • Juara III : Andi Mursyidah Yusuf, SMA Negeri 1 Kabupaten Bulukumba dengan nilai 950
  • Harapan I : Putri Nurfauziah, SMA Negeri 2 Pangkajene Kabupaten Sidenreng Rappang dengan nilai 293, 75
  • Harapan II : Novia Sulastri, SMA 1 Model Kota Pare-Pare dengan nilai 287, 17
  • Harapan III : Nur Rahma Baddu, SMA Negeri 1 Kabupaten Enrekang dengan nilai 283, 92.

LOMBA STORY TELLING (MENDONGENG) BAGI PUSTAKAWAN/PENGELOLA PERPUSTAKAAN SE SULAWESI SELATAN

oleh :Desy Selviana

Lomba story telling (mendongeng) bagi pustakawan/pengelola perpustakaan telah dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2015 di Perpustakaan Multimedia Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jl. Sultan Alauddin Km. 7 Talasalapang Makassar. Juri Lomba Story Telling adalah Ibu Bapak Herumawan; Ibu Nisfu, S. Sos., dan Ibu Kory Batara Tangalayuk, S. Sos., M.M. Peserta lomba sebanyak 12 orang pustakawan/pengelola perpustakaan.

Adapun Penilaian yang dilakukan berdasarkan keputusan dewan juri adalah nilai yang tertinggi.

  • Juara I : Ridwan, Kantor Perpustakaan, Arsp dan Dokumentasi Kabupaten Barru dengan nilai 960.
  • Juara II : Fadhli Amir, Kidsstar Scholl Kota Makassar dengan nilai 955
  • Juara III : Heriady Kabupaten Soppeng dengan nilai 950
  • Harapan I : Astina Amin, Kabupaten Sinjai dengan nilai 945
  • Harapan II : Faisa, Perpustakaan Kantor Lurah Suangga Kota Makassar dengan nilai 935.
  • Harapan III : Andryani Akib, TK. Aisyiyah Bustanul Mamajang Kota Makassar dengan nilai 900.