EKSPRESI DALAM BERCERITA (MENDONGENG)

 Oleh Desy Selviana

Ekspresi 

  • Menguatkan komunikasi non verbal dalam bercerita akan menghasilkan gaya bercerita yang luar biasa;
  • Pencerita menampilkan berbagai ekspresi wajah dari karakter yang ada dalam cerita;
  • Kalau perlu ekspresi wajah dibuah berlebih-lebihan dan ada kalanya ekspresi wajah dibuat lucu
  • Keselarasan dan fleksibilitas ekspresi

Keselarasan antara isi cerita dengan gaya bercerita;

  • Secara tidak sadar terjadi secara simultan;
  • Gunakan gerakan tangan, bahu, atau seluruh tubuh untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, atau sikap.

MEDIA DAN SARANA BERCERITA (MENDONGENG)

Oleh Desy Selviana

Materi media dan sarana bercerita (mendongeng) telah disampaikan oleh Ibu Nisfu, S. Sos. (Pustakawan Muda) pada acara Workshop Story Telling bagi Pustakawan/Pengelola Perpustakaan se Sulawesi Selatan tanggal 28 April 2014 di Hotel DELTA Makassar. Kegiatan tersebut diselenggarakan BPAD Prov. Sulawesi Selatan.

Materinya yang disampaikan mengenai

  • Media ; dongeng sebagai sarana media pendidikan (mendidik tanpa menggurui) dan dongeng dalam penyampaiannya menggunakan bahasa sebagai media komunikasi.
  • Sarana Sarana ; dongeng sebagai sarana hiburan serta memperkenalkan dan menanamkan berbagai nilai-nilai kehidupan, dongeng merupakan salah satu sarana atau metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak, dongeng juga menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca anak, serta buku sebagai sarana dan sumber kegiatan mendongeng.

Bercerita (mendongeng) tanpa alat peraga merupakan bentuk bercerita yang menggunakan mimik (ekspresi muka), gesture (gerak tubuh), dan vokal pencerita sehingga yang mendengarkan dapat menghidupkan kembali dalam fantasi dan imajinasinya.

Bercerita (mendongeng) dengan alat peraga merupakan bentuk bercerita yang mempergunakan alat peraga bantu untuk menghidupkan cerita, fungsi alat peraga untuk menghidupkan fantasi dan imajinasi anak sehingga terarah sesuai dengan yang diharapkan si pencerita.

TEKNIK BERKOMUNIKASI DENGAN ANAK MELALUI MENDONGENG

 Oleh Desy Selviana

 

Materi Teknik berkomunikasi dengan anak melalui mendongeng telah disampaikan oleh Ibu Dr. Tuti Bahfiarti, S. Sos., M. Si (Dosen Pascasarjana UNHAS) pada acara Workshop Story Telling bagi Pustakawan/Pengelola Perpustakaan se Sulawesi Selatan tanggal 29 April 2014 di Hotel Delta Makassar, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh BPAD Prov. Sulawesi Selatan.

Materi yang disampaikan mengenai bentuk komunikasi orang tua dan anak, bagaimana  melibatkan dua orang sebagai komunikator dan komunikan yang saling mengirim pesan verbal dan non verbal, disertai ekspresi dari sebuah kesatuan yang sangat kompleks, menyatukan bahasa tubuh, senyuman, peluk kasih, ciuman sayang, dan kata-kata.

Mendongeng (story telling) sebagai rangkaian tutur kata sarana alat bantu komunikasi; mendongeng merupakan aktivitas komunikasi murah dan mudah serta menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak.

PENGEMBANGAN SDM BAGI FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN PENGELOLA PERPUSTAKAAN

oleh Desy Selviana

Materi Pengembangan SDM bagi fungsional pustakawan/pengelola perpustakaan yang disampaikan oleh Bapak Drs. Taufiqqurakhman, M.M. (Kepala BBPAD Prov. Sul-Sel) pada acara Workshop Story Telling bagi Pustakawan/Pengelola Perpustakaan se Sulawesi Selatan di Hotel Delta Makassar tanggal 28 April 2014 yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.Materinya mengenai peran pustakawan sebagai:Manajer informasi; team work; guru; konsultan dan peneliti; dan teknisi. Pustakawan juga memiliki peran dan tugas sebagai agen of chage.

Dalam rangka pengembangan SDM perlu adanya peningkatan kualitas SDM dan kompetensi SDM melalui REBRANDING PERPUSTAKAAN. Rebranding perpustakaan, sebuah proses pengubahan citra sebuah institusi dalam hal ini perpustakaan agar dapat menarik lebih banyak lagi pengguna jasa layanan perpustakaan. Jadi Rebranding menekankan pada hasil produk dan jasa layanan, sedangkan kompetensi lebih mengarah pada kualitas dari kemampuan tenaganya (pustakawan/pengelola perpustakaan). kompetensi dikalangan pustakawan perlu ditingkatkan dari sisi teknis, personal maupun organisasi.

Implementasi Rebranding dari kompetensi SDM perpustakaan adalah :

  • Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan "brand" dan kompetensi SDM; Optimalisasi peran kelompok fungsional dalam meningkatkan produktifitas dan profesionalitas para pustakawannya;
  • Mengemas ulang konten dokumentasi dan informasi lokal lembaga, khususnya "local content" yang mampu menjadi layanan unggulannya;
  • Pustakawan harus saling kerjasama secara kolegial dengan mengeyampingkan ego-nya dan membentuk wadah diskusi;
  • Siap dan berani "Publish" untuk bersaing dari setiap jasa layanan dan produk yang diunggulkan.

Peranan Pemuka Masyarakat dalam Pengembangan Minat Baca dalam Keluarga

oleh : Desy Selviana, S. Sos.

Peranan Pemuka Masyarakat dalam Pengembangan Minat Baca dalam Keluarga yang telah disampaikan oleh H. Damlan Thahir (Pustakawan Utama) pada kegiatan Pengembangan Minat Baca dalam Keluarga tanggal 20 November 2013 di Hotel DELTA Makassar, pesertanya terdiri dari Badan/kantor perpustakaan umum kab/kota, Pemuka masyarakat dan Pustakawan sebanyak 100 orang.